Usaha Pengelolahan Kulit Sapi Di RT. 02, Pedukuhan Wonokromo 1,Desa Wonokromo, Kec. Pleret, Bantul Terindikasi Tidak memiliki Ijin Usaha dan Ijin Lingkungan

Rumah pengelolahan kulit sapi di wonokromo 1, pleret, Bantul

Bantul | IP.COM –  Usaha pengelolahan kulit sapi dari bahan mentah menjadi bahan baku hingga siap saji menjadi krecek maupun rambak di kawasan permukiman pedukuhan Wonokromo 1, Desa Wonokromo, Kec. Pleret, Bantul terindikasi tidak memiliki ijin usaha maupun ijin lingkungan.

Tempat pengelolahan kulit sapi dan/atau tempat produksi krecek atau rambak tersebut terindikasi melanggar aturan yang berlaku, karena tempat pengelolahan dan/atau tempat produksi tersebut tidak memiliki ijin usaha dan ijin lingkungan yang seharusnya dari pihak instansi terkait.

tempat produksi kulit sapi

Dari hasil investigasi team www.internalpublik.com pihak pengelolahan kulit sapi tersebut terindikasi melakukan pencemaran lingkungan dari proses pengelolahan tersebut. Dampak yang ditimbulkan diantaranya bau tidak sedap yang menganggu udara di kawasan permukiman penduduk, tidak hanya itu sumur warga sekitar juga tercemari oleh limbah pengelolahan atau produksi kulit sapi menjadi krecek.

Atas hal tersebut masyarakat sekitar Pedukuhan Wonokromo 1, Desa Wonokromo, Kec. Pleret, Bantul khususnya sangat terganggu akibat dampak-dampak lingkungan yang ditimbulkan pihak perusahaan jadi diduga kuat perusahan tersebut  melanggar peraturan yang berlaku mulai perijinan usaha dan perijinan lingkungan. Perlu dipertanyakan atas  legalitas perusahaan tersebut mulai dari ijin usaha hingga ijin lingkungan sebelum menimbulkan banyak dampak-dampak di lingkungan kawasan permukiman warga setempat.

Maka dari itu pihak aparat penegak hukum berserta petugas dinas terkait agar segera melakukan tidakan tegas terhadap perusahaan dan/atau tempat pengelolahan Kulit sapi tersebut yang sangat menganggu lingkungan warga Rt.02, Pedukuhan Wonokromo 1, Desa Wonokromo, Kec. Pleret, Bantul.(Her)

Share

Share This Post

Post Comment