Terjadi Pungli Dana BLT sebesar Rp. 400 Ribu di Desa Mangin, Diduga Lurah dan Kepala Dusun Bermain

PIMRED INTERNAL PUBLIK

Grobogan | IP.COM – Bantuan Langsung Tunai (BLT) merupakan program bantuan pemerintah berjenis pemberian uang tunai atau beragam bantuan lainnya, baik bersyarat (conditional cash transfer) maupun tak bersyarat (unconditional cash transfer) untuk masyarakat miskin.

Dana BLT tersebut yang di berikan oleh pemerintah untuk masyarakat miskin sebesar 600 ribu perkepala keluarga. Dengan adanya BLT tersebut sangat membantu perekonomian atau membantu kebutuhan hidup masyarakat miskin.

BLT

Akan tetapi pada Desa Mangin di Kab. Grobogan sangat memperhatinkan untuk dana BLT tersebut karena ditemukannya adanya dugaan Pungutan Liar (Pungli) sebesar Rp. 400 Ribu yang dilakukan oleh oknum perangan Desa Mangin dan tidak menutup kemungkinan Lurah terindikasi juga ikut serta karena di suatu desa yang membuat kebijakan adalah Lurah.

Team media Investigasi www.internalpublik.com kemarin, Kamis(28/05/2020) turun langsung ke warga di salah satu Dusun Desa Mangin menemukan benar adanya dugaan pungli tersebut. Pada temuan tersebut warga Desa Mangin yang menerima BLT yang seharusnya menerimah Utuh sebesar Rp. 600 ribu di potong sebesar Rp. 410 ribu.

WhatsApp Image 2020-05-29 at 06.57.50 (1)

Dalam teknisnya dugaan pungli tersebut warga tetap mengambil sebesar Rp. 600 ribu di Balai Desa Mangin, akan tetapi beberapa hari kemudian dalam selang waktu tidak lama ketua RT dan Ketua RW setempat mendatangi warga yang mendapatkan BLT Rp. 600 ribu dan meminta warga untuk mengembalikan sebesar Rp. 400 ribu dan Rp. 10 ribu untuk tabungan.

Menurut keterangan Suharno salah satu RW. O3 Dusun Setren, Desa Mangin bahwa beliau menarik atau memunggut kembali dana BLT tersebut sebesar Rp. 400 ribu atas dasar perintah dan/atau himbauan dari Kepala Dusun, akan tetapi hal tersebut tidak terjadi di dusun Setren saja, di semua dusun Desa Mangin yaitu Dusun Pulo, Dusun Nanggung, Dusun Jamus, Dusun Mangin, Dusun Gedad juga terjadi hal yang sama dugaan praktek pungutan liar (Pugli) dengan teknis yang sama dengan dusun Setren.

Suryanto LURAH DAN Suwandi SEKDES DESA MANGIN

Saat dikonfirmasi wartawan www.internalpublik.com Suryanto selaku Lurah Desa Mangin atas adanya dugaan Pungli tersebut pihaknya mengelak tidak tau atas hal tersebut dan pihaknya bersedia bertanggung jawab dan/atau mempertanggung jawabkan secara hukum hal tersebut apabila terjadinya dugaan pungli tersebut atas instruksinya. Dalam dugaan adanya pungli tersebut tidak menutup kemungkinan Lurah Desa Mangin terindikasi ada dibalik semua itu karena Lurah merupakan orang yang mempunyai kebijakan di desa tersebut dan kepala dusun seluruh Desa mangin tidak akan berani melakukan hal tersebut apabila tidak ada instruksi dari Lurah, karena semua itu bentuk musyawarah perangkat desa yang di instruksi oleh Lurah.

Atas hal tersebut Lurah Desa Mangin berserta jajaran perangkat desa (seluruh Kepala Dusun Desa Mangin) terindikasi kuat melakukan Pungli dana BLT, pungli itu juga bisa dikatakan sebagai korupsi, dan dapat dijerat Pasal 12 huruf E dan 11 UU 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Sebagaimana Diubah dengan UU 20/2001 tentang Perubahan atas UU RI 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Karena Kepala Desa merupakan pejabat publik atau penyelenggara negara, ancaman kurungan minimal empat tahun penjara. Oleh karena itu perlunya intansi penegak hukum segera menindaklajuti atas hal tersebut karena akibat perbuatan tersebut bukan hanya negara yang dirugikan akan tetapi warga miskin pun menjadi korban.(Her)

Share

Share This Post

Post Comment