SATU NYAWA JADI KADO SPESIAL SATKER SNVT PJSA BBWS-SO DI HARI BAKTI PUPR Ke-73

WhatsApp Image 2018-12-05 at 23.18.44

Kulon Progo | IP.COM – Di hari Bakti PUPR ke- 73 seharusnya sebagai Insan PUPR harus selalu menanamkan sikap bekerja keras dengan cerdas dan ikhlas, bergerak cepat dengan sigap dan cermat serta bertindak tepat dengan hasil yang bermanfaat untuk masyarakat. Oleh karena itu maka seharusnya insan PUPR memberikan kado spesial yang membuat warga negara Indonesia bangga akan kinerja Kementerian PUPR.

Tapi kali ini Satker SNVT Pelaksanaan Jaringan Sumber Air Serayu-Opak BBWS-SO memberikan kado yang sangat mencoreng Kementerian PUPR di Hari Bakti PUPR ke-73 yaitu diduga tidak hanya keuangan negara yang jadi korban akan tetapi kini nyawa yang jadi korban pada salah satu paket pekerjaannya.

Pada paket Pekerjaan Pembangunan Prasarana Pengendali Banjir Sungai Serang dan anak-anak sungainya Kab. Kulon Progo yang berada di perbatasan Karangwuni -Garongan pada hari selasa(4/12/2018) dini hari menelan satu korban jiwa. proyek yang dikerjakan oleh  PT jaya kontruksi ini selain tidak memasang papa informasi  proyek yang dimana papan informasi proyek adalah salah satu informasi publik supaya masyarakat mengetahui seluruh informasi tentang proyek tersebut, mulai dari nama proyek, sumber anggaran, besaran dana anggaran, waktu pelaksanaan dan lain sebagainya, tidak hanya itu pihak Satker maupun penyedia jasa juga bisa dikatakan lalai dan/atau amat kurang perhatian/memperhatikan keselamatan pengguna jalan umu di sekitar lokasi pekerjaan dalam melakukan suatu pekerjaan yang mengakibatkan hilangnya nyawa seseorang karena tidak memasang rambu-rambu peringatan pada lokasi pekerjaan.

Akibat dari kelalaian pelaksanaan pekerjaan inilah yang akhirnya menyebabkan hilangnya nyawa seorang gadis, Sintya(18) dan satu orang luka-luka yang masih dirawat di RSUD Wates ,kejadian bermula saat Sintya hendak berangkat kerja dan diantar oleh ibunya, sekitar pukul 4 pagi Sintya dan ibunya melintasi di jalan perbatasan Garongan tayuban menuju Karangwuni sesampainya di tikungan jalan tersebut di situlah ada pengerjaan proyek anak sungai kali serang, pada pekerjaan tersebut banyak lumpur yang berserakan di jalan umum yang bisa membahayakan pengguna jalan, tapi naasnya Sintya beserta ibunya yang menjadi korban. Akibat dari lumpur yang berserakan di jalan Sintya dan ibunya langsung jatuh tersungkur dan masuk ke lubang galian proyek sampai akhirnya Sintya meninggal dunia.

Saat ditemui Wartawan IP.COM di lokasi kejadian warga sekitar lokasi pekerjaan mengatakan bahwa “ jalan ini memang kotor dengan lumpur mas lha wong ini tadi aja baru dibersihkan setelah ada kejadian kecelakaan karena  tadi malam lembur ini proyek dan rambu-rambu tidak di pasang mungkin mereka lupa ada kemungkinan korban terpeleset tanah/lumpur yang mengotori jalan mas soalnya tadi malam gerimis jadi jalan menjadi licin. kejadian ini bukan cuma sekali ini lho mas sudah saya hitung ada sekitar lima kali akibat terpeleset lumpur yang berserakan di jalan dan meninggal memang baru ini ”.

Jadi terindikasi pada Satker SNVT PJSA dan PT. Jaya Konstruksi melakukan kelalaian pada paket pekerjaan Pekerjaan Pembangunan Prasarana Pengendali Banjir Sungai Serang dan anak-anak sungainya Kab. Kulon Progo yang mengakibatkan hilangnya nyawa seseorang. Oleh karena itu diduga dapat dijerat dengan pasal 359 KUHP “ Barang siapa karena kesalahannya (kealpaannya) menyebabkan orang lain mati, diancam dengan pidana penjara paling lama lima tahun atau pidana kurungan paling lama satu tahun”.

Kini saatnya aparat penegak hukum bertindak tegas akan hal ini karena pada pekerjaan tersebut diduga tidak hanya keuangan negara yang jadi korban tapi kini nyawa seseorang juga menjadi korban.(DW/Her)

Share

Share This Post

Post Comment