PETANI CABAI VS KONSUMEN

WhatsApp Image 2017-09-03 at 11.47.33

Kulonprogo | IP.COM – Program pemerintah dalam menanggulangi harga cabai yang mahal ibarat turun hujan terjadi banjir. hal ini seperti dua mata pisau yang sama tajam di satu sisi konsumen yang akan teriak karena harga cabai mahal di satu sisi para petani yang akan diam dan menangis karena hasil panennya murah.

Ibarat benang kusut sekarang ini cabai mengalami penurunan harga yang sangat tragis dimana harga satu kilogram cabai hanya di hargai Rp. 5.000,00 bahkan ada di daerah yang hanya Rp. 3.000,00. Apakah ini prestasi bagi pemerintah ? kalau di lihat dari sisi konsumen yang bukan petani dia akan bilang iya sambil tersenyum tapi bagi petani dia akan jawab tidak dan menangis kenapa karena biaya tanam cabai bisa di bilang mahal harga pupuk dan obat yang jelas tidak akan turun itu menjadi penyebab petani akan menangis ketika harga cabai yang mereka tanam murah.

WhatsApp Image 2017-09-03 at 11.47.47

“Lha ini pemerintah buat program ini apakah pro rakyat atau pro pengusaha dan orang-orang kaya mas lha gimana ini kalau seperti ini petani di sini kapan mau meningkat kehidupanya. Lha wong harga hasil tanam nya sangat murah terus kita ini mau nanam apa kenapa cabai di buat murah cuma satu item mbokyao jangan di buat murah biar bisa jadi komoditi andalan bagi sebagian wilayah di Indonesia. Biar petani ini juga bisa senang kalau harga cabai naik aja semua heboh giliran kita ini menangis karena harga murah kenapa mereka diam apakah petani ini akan selalu jadi korban ?” ungkap lek sor salah satu petani cabai di Kulonprogo. Pernyataan seperti ini hampir sama ketika di Wonosobo dan daerah lain yang menanam cabai.

Melihat hal ini seharusnya program pemerintah yang pas adalah menekan harga produksi pupuk dan obat obat yang mahal di buat murah jadi petani tidak akan menangis ketika harga hasil panen mereka murah.

Petani diam bukan berarti senang mereka diam sambil menangis mereka diam sambil merasakan sakit di tengah tertawanya para pegawai dan pengusaha memakan hasil mereka dgn lahapnya.(dw)

Share

Share This Post

Post Comment