PEMBANGUNAN STADION YOSONEGORO MAGETAN BANYAK KECURANGAN

ft-2

Magetan | IP.COM – Mega proyek pembangunan Stadion Yosonegoro Magetan tampaknya banyak menyisakan masalah, baik proses lelangnya maupun pekerjaannya yang diduga tidak memenuhi persyaratan yang ada.

Pembangunan stadion ini dimulai tahun 2014 dengan nilai kontrak 4,8 m dikerjakan oleh PT. Mustika Zidane Karya Malang, Pekerjaan tahun 2015 dikerjakan PT. Ecoland Citra Pratama dengan nilai kontrak 4,9 m dan untuk tahun 2016 ini dikerjakan oleh CV. Tirta Utama dengan nilai kontrak 865 juta.

Pada pembangunan Stadion tahun anggaran 2015 meliputi pembangunan pondasi, pembangunan tribun dan atap diduga banyak sekali penyelewengan dan pencurian volume yang dilakukan oleh pemenang lelang.

Pada pembangunan pondasi pagar tribun kurang dalam, pagar dipasang asal-asalan. Pekerjaan pembesian tribun maupun atap menggunakan besi bekas bahkan di beberapa titik lokasi banyak yang sudah keropos dan lubang-lubang, selain itu besi tidak di cat. Pekerjaan pembesian juga tidak sesuai spek, hal ini terungkap sesuai hasil audit BPK yang menyebutkan ada pencurian/pengurangan volume besi dan kerugian negara Rp. 127.143.541,00.

ft3

Disamping permasalahan konstruksi, ternyata untuk pelaksanaan pelelangan tahun 2016 ini sudah tiga kali lelang  tiga kali pula gagal. Alasannya, peserta tender proyek jilid tiga ini tidak memenuhi kualifikasi.

Kepala Bidang Tata Kota Bangunan Dan Pemukiman Dinas Pekerjaan Umum Magetan, Sudiro, ketika dikonfirmasi menuturkan, “ untuk pelelangan silahkan koordinasi dngan ULP saja mas, saya tidak ada urusannya dengan proses lelang ” ucapnya. Tentu hal ini tidak sesuai dengan perpres No. 54 Tahun 2010 Tentang Pengadaan Barang dan Jasa beserta perubahannya.

“Untuk pembangunan sudah sesuai spek mas, lubang dan keropos khan ada retensinya dan kami sudah di audit BPK, untuk ubang itu memang saya lubangi mas untuk audit BPK” jawabnya dengan enteng.

Menurut Aqtoris Divisi Humas LSM Yaperma Malang ketika dikonfirmasi terkait permasalahan tersebut mengatakan, “ Itu jawaban yang mengada-ada, jelas tidak ada pengawasan yang dilakukan oleh Dinas PU Bidang Cipta Karya dan membiarkan rekanan berbuat curang,

ft-mas-pur

Masih menurut Aqtoris, “ Lemahnya pengawasan Bidang Cipta Karya PU Kabupaten Magetan menimbulkan pertanyaan di beberapa kalangan penggiat anti korupsi, sungguh ini jelas kerugian Negara, seharusnya Bidang Cipta Karya lebih optimal dalam pengawasan penggunaan anggaran yang bersumber dari APBD ini, harus ada tindakan dari Dinas PU Bina Marga dan Cipta Karya Kabupaten Magetan dan andai Pihak terkait ogah-ogahan menindaklanjuti hal ini, Saya tidak segan-segan melaporkan dugaan penyimpangan pembangunan stadion ini ke pihak terkait “ ucapnya dengan geram.(Eko)

Share

Share This Post

Post Comment