PEMBANGUNAN JARINGAN IRIGASI KAMAL TAHAP 1 KAB. KULON PROGO DIDUGA SYARAT PENYIMPANGAN DAN MELANGGAR PERSYARATAN K3

WhatsApp Image 2019-11-09 at 14.28.52

Kulon Progo | IP.COM – Pembangunan sarana prasarana untuk memenuhi kebutuhan para petani memang sangat perlu diperhatikan oleh pemerintah daerah. Salah satunya pembangunan jaringan irigasi merupakan fasilitas yang dibutuhkan oleh petani untuk sumber pengairan sawah.

Pemerintah Kabupaten Kulon Progo melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Kawasan Permukiman kali ini mengucurkan anggaran untuk Pembangunan Jaringan Irigasi Kamal sangat fantastis yang dibagi menjadi 2 tahap, tahap yang pertama menelan anggaran sebesar Rp 4.887.311.488,18 (4,8 Miliar) dengan pemenang kontrak PT. RAHARJA MULIA.

WhatsApp Image 2019-11-09 at 14.28.53 (1)

WhatsApp Image 2019-11-09 at 14.43.43

Pada pembangunan Jaringan Irigasi Kamal tahap 1 yang menelan anggaran 4,8 Miliar diduga syarat penyimpangan, mulai dari persyaratan K3 maupun spesifikasi teknis. Penyedia jasa diduga kuat melanggar persyaratan K3 yang bahwasannya para pekerja harus dilengkapi dengan Alat Pengaman Diri (APD) akan tetapi fakta dilapangan para pekerja tidak dilengkapi dengan APD satu pun, jadi penyedia jasa melanggar persyaratan K3 dan apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan yang nantinya pekerja menjadi korban maka pihak penyedia jasa lah yang sangat bertanggung jawab atas hal tersebut.

WhatsApp Image 2019-11-09 at 14.28.52 (1)WhatsApp Image 2019-11-09 at 14.28.54

Tidak hanya itu pada paket pekerjaan tersebut terindikasi adanya penyimpangan mulai dari mutu kualitas campuran pasangan batu maupun tulangan pembetonan yang tidak sesuai dengan spesifikasi teknis yang tertuang di kontrak. Sesuai keterangan salah satu pekerja PT. RAHARJA MULIA  perbandingan campuran semen dan pasir untuk pasangan batu menggunakan perbandingan 1 : 5 akan tetapi fakta dilapangan tidak sesuai apa yang diberikan keterangannya, untuk pembesian pun demikian pada pembetonan saluran jaringan irigasi kamal tersebut diduga kuat tidak sesuai dengan spesifikasi teknis karena sesuai keterangan salah satu pekerjan di bidang logistik besi yang digunakan menggunakan besi ukuran 13 akan tetapi fakta dilapangan besi yang digunakan tidak sesuai.

Maka dari itu pada paket pekerjaan Pembangunan Jaringan Irigasi Kamal tahap 1 yang berada di Desa Karangsari, Kec. Pengasih, Kabupaten Kulon Progo diduga kuat syarat penyimpangan mulai dari ketentuan adminitrasi maupun spesifikasi teknis. Oleh karena itu perlunya tindakan tegas dari aparat penegak hukum untuk menyelamatkan keuangan negara yang berpotensi negara mengalami kerugian akibat dari penyalahgunaan wewenang pejabat terkait maupun penyedia jasa atas pekerjaan pembangunan jaringan irigasi kamal tahap 1 tersebut.(Her)

Share

Share This Post

Post Comment