Pekerjaan Peningkatan Jl. Yos Sudarso Kota Surakarta Diduga Kuat Melanggar Aturan Spesifikasi Teknis dan Terindikasi Bermutu Kualitas Rendah

jalan yos sudarso

Surakarta | IP.COM – Pembangunan infrastruktur di kota Surakarta sangat di prioritaskan dibeberapa tahun belakangan ini. Salah satunya ditahun ini kota Surakarta mendapatkan bantuan Dana Alokasi Khusus dari pusat untuk pembangunan infrastruktur.

papan proyek jl. yos sudarsoDana Bantuan tersebut dialokasikan untuk peningkatan jalan Yos Sudarso yang menghubungkan kota Surakarta dan kabupaten Sukoharjo. Dana yang dikucurkan pemerintah pusat tidak main-main untuk besaran nominalnya yaitu dengan nilai pagu paket pekerjaan Rp 9.304.784.000,- dan nilai kontrak  Rp 7.522.435.118,- dengan Pemenang Lelang PT. Jaya Sempurna Sakti.

Akan tetapi pihak Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Surakarta yang diberi amanah untuk mengelola dana tersebut diduga tidak amanah dan se-enaknya sendiri untuk mengelola dana tersebut, karena pihak Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Surakarta terkesan acu tak acu pada pelaksanaan tersebut seakan tutup mata atas adanya banyak pelanggaran yang dilakukan penyedia jasa saat pelaksanaan maupun hasil pekerjaan.

yos sudarso 3

Pada pelaksanaan paket pekerjaan peningkatan Jl. Yos Sudarso kota Surakarta terindikasi banyak pelanggaran aturan spesifikasi teknis maupun mutu kualitas pekerjaan yang sangat rendah dan lemahnya Pengawasan oleh pihak Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Surakarta maupun konsultan pelaksana yang dibayar oleh dinas untuk membatu mengawasi pekerjaan tersebut.

penghamparan jalan yos sudarso

Terlihat dari temuan team investigasi media www.internalpublik.com saat pelaksanaan dilokasi pelaksana pekerjaan PT. Jaya Sempurna Sakti melakukan penghamparan Aspal pada saat kondisi gerimis dan lokasi pekerjaan basah banyak genangan air yang akan mempengarui hasil mutu kualitas pekerjaan.

Adapun syarat setelah hujan aspal boleh di hampar dengan banyak syarat, akan tetapi sesuai fakta di lapangan untuk pekerjaan jl. Yos Sudarso kota Surakarta sudah terindikasi melanggar secara aturan maupun secara spesifikasi teknis diantaranya :

  1. Lokasi yang akan di hampar aspal harus sudah di semprot tack coat atau primecoat(Perekat) pada saat sebelum hujan dan lokasi masih kering, akan tetapi sebelum hujan belum dilakukan penyemprotan tack coat atau primecoat dan sesuai fakta penyemprotan tack coat atau primecoat dilakukan setelah hujan dan gerimis saat penyemprotan permukaan basah dan masih ada genangan air hujan.
  2. Permukaan yang akan di hampar harus benar-benar kesat atau kering (tidak ada genangan air), akan tetapi fakta dilapangan permukaan yang mau di hampar basah dan banyak kenangan air hujan.
  3. Tack coat atau prime coat(prekat) harus di lakukan kembali secara tipis-tipis akan tetapi tidak ada penyemprotan ulang.
  4. Suhu campuran aspal tidak boleh kurang dari 100 ° C, akan tetapi fakta dilapangan suhu aspal yang di hampar kurang dari 100° C.
  5. Penghamparan selanjutnya tidak boleh pada waktu turun hujan atau kondisi lokasi basah.
  6. Campuran aspal dalam Dump Truk selalu dilakukan cek suhunya secara berkala agar memastikan suhu aspal tidak kurang dari 100° C, fakta dilapangan tidak ada pengecekan secara berkala suhu aspal.

Sesuai surat edaran dirjen Bina Marga Kementerian PUPR nomor 02/SE/Db/2018 untuk spesifikasi umum untuk pekerjaan jalan dan jembatan :

Untuk kondisi cuaca yang diizinkan untuk bekerja dalam pekerjaan jalan :

– Lapisan resap pengikat harus disemprot hanya pada permukaan yang kering atau mendekati kering, dan lapisan perekat harus disemprot hanya pada permukaan yang benar-benar kering. Penyemprotan Lapisan resap pengikat atau lapisan perekat tidak boleh dilaksanakan waktu angin kencang atau hujan(lapisan basah atau akan turun hujan).

– Campuran hanya bisa dihempar bila permukaan yang telah disiapkan dalam keadaan benar-benar kering (tidak adanya genangan air hujan) dan diperkirakan tidak turun hujan.

Itu semua wajib untuk pelaksanaan penghamparan aspal karena sudah diatur oleh Dirjen Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat.

Jadi paket pekerjaan Belanja Konstruksi Peningkatan Jalan Yos Sudarso kota Surakarta yang bersumber dari dana DAK dalam naungan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Surakarta, dan diperkuat dengan kinerja kontraktor PT. Jaya Sempurna Sakti diduga kuat adanya penyalahgunaan wewenang dan penyimpangan dalam paket pekerjaan tersebut. Maka perlunya instansi penegak hukum daerah maupun pusat dan pemerintah pusat mengaudit atau memeriksa Dinas terkait berserta kinerja Kontraktor untuk dapat mempertanggung jawabkan anggaran yang berasal dari uang rakyat.(Her)

Share

Share This Post

Post Comment