KURANG PROFESIONALISME HINGGA KIP DI MALINAU MASIH BELUM TEPAT SASARAN

whatsapp-image-2016-09-29-at-21-22-34

Malinau | IP.COM – Sosialisasi pengurusan Kartu Indonesia Pintar (KIP) di Malinau selama ini dinilai masih belum maksimal. Ada temuan progran KIP tidak tepat sasaran. Anak dari kalangan mampu bisa menerima kartu tersebut.

Seperti yang diungkapkan salah satu petugas dapodik di salah satu sekolah yang ada di malinau kota bahwa mereka kebingungan terhadap proses pengurusan Kartu Indonesia Pintar (KIP) di kabupaten malinau, bahkan menyarankan agar bertanya langsung ke dinas pendidikan kabupaten malinau.

Dari pantauan IP.com mendapatkan banyak kejanggalan, karena penerima kartu KIP di malinau disinyalir mayoritas dari golongan mampu. Bahkan salah satu sekolah di malinau mengakui pernah memberikan beasiswa kepada murid yang tergolong orang tuanya mampu. Tak sedikit pula oknum sekolah yg disinyalir sengaja menutup nutupi informasi adanya beasiswa kepada wali murid, ujar salah satu wali murit saat ditemui IP.com.

Sistem rekrut karyawan di salah satu sekolah di malinau pun menjadi sorotan IP.com karena adanya indikasi sistem keluarga yang mereka terapkan. Dari kepsek, TU, dan petugas teknis satu keluarga semua kata salah satu wali murid saat ditemui IP.com. Sistem keluarga yang dipakai saat merekrut karyawan  tanpa memperhatikan profesionalisme jelas berdampak buruk.

Sangat disayangkan bila keadaan ini masih terus berlanjut, akan berdapkan buruk bagi sistem pendidikan di indonesia. Diharapkan profesionalisme di bidang pendidikan lebih di perhatikan. Mengingat apa yang dikatakan Bobby MRJL bahwa Pendidikan bukanlah Formalitas yang penuh dengan Kekosongan, Pendidikan bukanlah Perusahaan yang Orentasinya Uang.(AMR)

Share

Share This Post

Post Comment