KESIMPANG SIURAN TENTANG HASIL RANCANGAN PKPU

whatsapp-image-2016-09-21-at-08-37-39

Gorontalo | IP.COM – Adanya kesimpang siuran tentang hasil rancangan PKPU yang merupakan kesepakatan komisi 2 DPR RI dan adanya rencana Komisi 2 akan membuka kembali rekaman Hasil sidang ini sangat membingungkan kami masyarakat Gorontalo.

Ada apa sebenarnya yang terjadi di Komisi 2 DPR RI?. Dari awal memang kami mulai curiga ketika adanya Isu yang kemuadian menjadi kenyataan hari ini. Dimana komisi 2 ternyata benar-benar melakukan revisi terhadap PKPU tentang point yang mengisyaratkan bahwa terpidana boleh maju dalam pilkada dengan berbagai argumentasi pandangan hukumnya yang menurut kami sangat membingungkan masyarakat indonesia yang hari ini mengenal Azas dan Norma Hukum yang sebenarnya.

Dimana dalam pandangan kami bahwa Komisi 2 DPR RI mulai merusak norma dan aturan tentang hukum. Dimana, yang terjadi hari ini adalah, DPR mengubah prinsip bahwa aturan yang sifatnya kebijakan lebih tinggi derajatnya daripada UU.

Dimana, prinsip Lex Specialist Derogat Lex Generalis itu hari ini diberlakukan antara PKPU no 5 thn 2016 Dapat Mengenyampingkan bahkan melampaui UU No 10 tahun 2016 tentang Pilkada. Ini Sungguh sangat memiriskan bahkan merupakan ancaman terhadap Azas dan Konstruksi Hukum yang sebanarnya di Indonesia.

Kami dari Gorontalo ikut perihatin bahkan malu Jika hal yang memiriskan ini terjadi hanya karna kepentingan politik golongan tertentu dari Gorontalo sampai-sampai merusak Konstruksi Hukum di Negara Ini.

Olehnya kami mengajak kepada seluruh komponen masyarakat Indonesia yang kemudian memahami persoalan ini dan yang turut miris dengan kondisi ini untuk kiranya sama-sama turun guna membangunkan dan menyadarkan kepada pemerintah, DPR,dan KPU untuk kemudian menjadikan hal ini sebagai masalah serius.

Karena Generasi yang sekarang dan yang akan datang bisa mengikuti hal ini dan dapat mengancam stabilitas Konstruksi Hukum yang Sesungguhnya. NEGARA INI ADALAH NEGARA HUKUM, HARUSNYA SETIAP WARGA NEGARA INDONESIA TAAT HUKUM. Jangan justru merusak Konstruksi Hukum yang sebenarnya. INNALILLAHI WAINNA ILAIHI ROOJIUUN… FanLy KatiLi, S.Pd…. Mahasiswa Hukum Universitas Ichsan Gorontalo. Ketua LSM Insan Reformasi Provinsi GorontaLo. Mantan Pengurus Pusat Ikatan Pelajar NahdlatuL ULama bidang Advokasi dan Kebijakan PubLik..

Share

Share This Post

Post Comment