Kejari Sukoharjo Tangkap Buronan Tindak Pidana Korupsi Pengadaan Buku Ajar

terpidana tipikor buku ajar

Sukoharjo | IP.COM – Buronan kasus tindak pidana korupsi pengadaan buku ajar dengan terpidana Murad Irawan berhasil diamankan oleh jajaran Kejaksaan Negeri (Kejari) Sukoharjo. Murad Irawan ditangkap di sebuah hotel di Kota Solo melibatkan anggota Kejari dan Kepolisian setempat.

Murad Irawan tidak melakukan perlawan saat dilakukan penangkapan dan langsung digelandang ke Rutan Solo. sejak tahun 2008 atau 11 tahun lalu Murad dinyatakan buron dan masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

“Kami melaksanakan putusan Pengadilan Negeri (PN) Sukoharjo terhadap perkara tindak pidana korupsi Murad Irawan. Yakni dasar eksekusi putusan PN nomor 130/PID.B/2008/PN.SKH tertanggal 13 Februari 2009,” ujar Kepala Kejari Sukoharjo, Tatang Agus Volleyantono, Rabu (4/12/2019).

Penangkapan tersebut dilakukan setelah Kejaksaan Negeri Sukoharjo atau kajari mendapat informasi mengenai keberadaan yang bersangkutan di Kota Solo. Tidak menunggu waktu lama Tim selanjutnya mengintai dan mengeksekusi Murad di salah satu hotel di Kota Bengawan, Selasa (3/12/2019) sore sekitar pukul 16.00 WIB.

Dikarenakan pada kasus perkara tersebut sudah inkrah, maka dari itu terpidana langsung dijebloskan ke Rutan Solo untuk menjalani hukumannya. Murad Irawan terpidana kasus korupsi pengadaan buku ajar yang diperkarakan sejak tahun 2006 dengan total kerugian negara mencapai Rp3,8 miliar.

Murad dinyatakan bersalah dan melanggar pasal 2 Undang Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 tentang tindak pidana korupsi. PN sukoharjo menjatuhkan vonis pidana delapan tahun penjara dan denda Rp200 juta subsider enam bulan penjara. Terpidana juga diputuskan wajib membayar uang pengganti senilai dengan kerugian negara walaupun Proses persidangan dilakukan secara in-absentia (tanpa kehadiran terdakwa) mengingat yang bersangkutan menghilang atau kabur.

Akan tetapi Undang-undang mengatur uang pengganti maksimal bisa dibayarkan satu bulan setelah putusan atau penyitaan aset. “Putusannya tahun 2009, jadi sudah lewat tetapi akan tetap kami kejar untuk eksekusi penyitaan aset sebagai pengganti kerugian,” ujar Kajari Sukoharjo. Penangkapan Murad telah dilaporkan ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Tengah. Informasinya, kasus pengadaan buku ajar juga terjadi di sejumlah daerah dengan orang yang sama.

Modus yang dilakukan Murad adalah ia mengaku sebagai marketing PT Balai Pustaka. Akan tetapi terpidana hanyalah pihak ketiga dalam proses pengadaan buku ajar, yaitu sebagai direktur PT Putra Ihsan Pramudita. “Yang kami tangani hanya kasus yang di Sukoharjo, kalau ada keterkaitan kasus dengan daerah lain itu di luar wewenang kami,” ungkap Kajari Sukoharjo.

Yudhi Teguh Santosa selaku Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Sukoharjo juga menambahkan, selama pelariannya terpidana Murad diketahui juga menggunakan nama alias Iwan Thalib Balwell dan Iwan Suwardana.

Nama tersebut tercatat sebagai direktur PT Dewa Mata Angin dan menjalankan bisnis properti. Kasus korupsi pengadaan buku ajar SMK tahun 2004 disidangkan di PN Sukoharjo sepanjang tahun 2008-2009 dengan empat terdakwa. Yakni Kepala Dinas Pendidikan yang menjabat saat itu, Bambang Margono, pihak ketiga Murad Irawan, Tedy Kusnadi dan pimpinan proyek Sri Mulyono. Masing masing terdakwa telah dijatuhi vonis bersalah pada 2009 dan menjalani hukuman. Sedangkan Murad Irawan masuk DPO.(Her)

Share

Share This Post

Post Comment