INVESTASI DI RI, PERUSAHAAN KOREA SIAP SERAP 15 RIBU ORANG

image003 (25)

Jakarta | IP.COM – Produsen sepatu asal Korea Selatan menyatakan komitmen berinvestasi di Indonesia di bidang industri sepatu dengan total investasi US$150 juta atau setara dengan Rp2,08 triliun dengan asumsi kurs dolar AS sebesar Rp13.900.

Produsen sepatu ternama Korea Selatan tersebut berencana untuk menyerap tenaga kerja sebanyak 15.000 orang dengan lokasi pabrik di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah. Saat ini perusahaan sudah mendapatkan izin prinsip oleh BKPM dan segera akan melakukan pembangunan pabrik dan instalasi mesin.

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Franky Sibarani menyampaikan bahwa industri yang menyerap banyak tenaga kerja menjadi salah satu target promosi BKPM.

“Di tengah kondisi perekonomian dunia yang sulit, upaya penciptaan tenaga kerja menjadi hal yang sangat penting dalam upaya untuk mempertahankan pertumbuhan ekonomi. BKPM akan terus melakukan langkah aktif untuk menarik investasi padat karya,” kata Franky dalam keterangan tertulisnya, Senin11 Juli 2016.

Ia mengatakan, upaya-upaya untuk menarik minat investasi dari sektor padat karya dari negara-negara
prioritas pemasaran investasi terus dilakukan. “Korea Selatan, Tiongkok dan Jepang merupakan negara 
yang memiliki eksposure investasi padat karya yang besar di Indonesia,” tuturnya.

Franky menilai bahwa dengan menjadikan Indonesia sebagai basis produksi perusahaan melihat Indonesia
memiliki biaya tenaga kerja yang kompetitif. “Untuk hasil produksinya akan dialokasikan 100 persen untuk
pasar ekspor,” ujarnya.

Berdasarkan data dari data BKPM, untuk periode triwulan pertama 2016, Korea Selatan berada di peringkat keenam dari daftar asal investasi ke Indonesia dengan nilai investasi mencapai US$ 188 juta terdiri dari 435 proyek dan menyerap 28.349 tenaga kerja.

Investasi yang masuk dari Korea Selatan tahun lalu mencapai US$1,2 miliar tumbuh sebesar 7,6 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya. Sejak 2010-2015 nilai investasi yang masuk dari Korea Selatan mencapai angka US$8 miliar. Dalam periode tersebut sektor yang masuk didominasi oleh sektor industri logam mencapai 45 persen.(*)

Share

Share This Post

Post Comment